Apa Itu LDK?

Jika kontruksi kampus adalah bangunan fisiknya, maka LDK buat saya adalah rohnya. Mungkin teman-teman banyak yang belum mengenal betul seluk-beluk LDK di kampus tercinta (Universitas Esa Unggul) kita ini. Seperti di kampus ternama lainnya, sebut saja Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Universitas Mercu Buana, dan masih banyak lagi yang tersebar dari kontingen Aceh hingga Papua Barat.

Kampus Universitas Esa Unggul kontingen berafiliasi di Jakarta ini, juga berdiri salah satu lembaga, sekarang masih bernama Unit Kegiatan Mahasiswa di bawah Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan, salah satu UKM yang menjadi sentral pergerakan dan kegiatan mahasiswa di kampus dengan menitik beratkan  ukhuwah Islamiyah. Mereka para civitas akademika menyebutnya LDK IKMI (Lembaga Dakwah Kampus – Ikatan Keluarga Muslim Indonusa) yang berdiri sejak tanggal 8 november 1995 oleh para generasi emas dahulu.

Sedikit mengenai  LDK IKMI memiliki sejarah panjang di kampus ini. Tak sedikit melahirkan generasi emas yang militansi dan kritis, memiliki kapasitas intelektual dan pemahaman agama. Diantaranya telah banyak menjadi punggawa-punggawa di periode kepemimpinan organisasi fakultas maupun universitas BEM dan DPM, maupun UKM lainnya di Esa Unggul. Juga banyak menjadi wakil Mahasiswa di kampus bahkan dikancah nasional.

Hingga hari ini, tradisi itu masih berlanjut dan dipertahankan. Lalu sebenarnya, apa yang ada di dalam sana, bagaimana sistem di UKM LDK IKMI menjadi sistem yang mampu bertahan dari degradasi global masyarakat masa kini?

Bak karang di pinggir lautan, alhamdulillah wa syukurillah, Sistem yang bertahan ini tak lepas dari mereka, yang mencintai LDK IKMI. Mereka saudara-saudariku yang hingga saat ini masih ikut  terus berjuang bersama untuk mempertahankan nama baik dan kualitas LDK IKMI UEU dan melanjutkan tongkat esatafet pejuang kepengurusan dari para pendahulu. Sadar akan keterpurukan pergaulan masa kini, dan semakin berkurangnya generasi emas, semangat ukhuwah Islamiyah para civitas akademika LDK IKMI tak terbendung dan terus melaju mengayuh hingga ke garis finish. Insha Allah. Dan sampai kapan pun, LDK IKMI akan membutuhkan banyak dukungan dan punggawa-punggawa emas yang nantinya bisa menjadi bagian dari LDK IKMI Esa Unggul.

Selain belajar pelajaran di kelas, kita kita juga membutuhkan soft skill yang tidak kita dapatkan di kelas, angin segar dari penatnya tugas kuliah dan keseharian yang biasa-biasa saja. Dikutip dari buku Membumikan Dakwah Kampus karya Ryan Alfian Noor.

Tak ada gerak langkah anak cucu adam yang lebih mulia dari dakwah: mengajak manusia kepada Allah dalam bingkai amal saleh, serta dilakukan dengan penuh konsistensi dan ketangguhan (QS: 41:33).

Bertambah pula nilai lebih dari dakwah itu, manakala ia mengambil kampus sebagai teritorinya, karena kampus adalah tempat berbagai gagasan tentang kebenaran, dan idealita masyarakat, di samping berkumpulnya para pemuda pilihan. Keterbukaan dan penerimaan civitas akademika Esa Unggul terhadap UKM LDK IKMI UEU menjadi nilai tambah yang menguatkan sendi-sendi berlanjutnya perjuangan LDK IKMI di kampus emas ini.

Tak menjadi halangan pula bagi para pejuang itu untuk memutar poros karena LDK IKMI adalah satu-satunya lembaga dakwah Islam di kampus Esa Unggul, yang harus terus bernafas dalam lingkungan bernuansakan Islam. Kita sama-sama berharap, segera direalisasikannya oleh para pemimpin organisasi untuk pembentukkan divisi agama di organisasi BEM fakultas masing-masing dan merangkul bersama dengan LDK IKMI Esa Unggul. Hidup Mahasiswa! Jazakallahu khair walhamdulillah.

oleh Teja Aryudha (Mas’ul LDK IKMI 2014/2015)

Related Posts
Leave a reply